Selasa, 29 November 2011

10 Hewan Paling Susah Ditemukan Di Muka Bumi



http://arc300.files.wordpress.com/2011/04/hewan.jpg

10 Hewan berikut ini, sangat susah ditemukan keberadaannya di Planet Bumi. Mungkin karena bersembunyi di kedalaman laut atau gua yang sangat dalam. Namun, sebenarnya masih banyak hewan-hewan lainnya yang sangat sulit dijumpai di muka Bumi.

Berikut adalah hewan-hewan tersebut :

1. Solenodon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBeH0WF2-CVWawgX5TKClvxx9dIBVvaxuHsP8QAyuIqMfnV9J7g8pf55S63aqwMVZeVtCWHt6O-yuijP1p10QZp-o4WQWgxvfjQyfDNhb1We8hR_ES1L4DyFxux3EtqBwLLJoiGDGmm7he/s320/solenodon.jpg


Solendon adalah mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, ia memiliki moncong panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki moncong yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi.
Ciri khas lain dari hewan ini adalah bahwa hewan ini sangat beracun. Solenodon adalah satu-satunya mamalia yang dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi yang terbaik adalah mundur jika Anda menemui makhluk ini, karena mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi Anda.


2. Kakapo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTRtrRQ4-gDXyrBmsj_LumwfdXxYCSnecvjL-7cwwaiUa8lLgPV5H5HJAbTZUocryiI-F9Wij0ZJ2na1ZTiQIZQM6AVr3D6gGjkSxOZlPxSSUrND5fK1vtoJB2J1uJf7OP1lmML92GX5w9/s320/Kakapo.jpg

Kakapo adalah satu-satunya kakatua yang tak bisa terbang di planet ini. Sedangkan sepupu mereka melakukan perjalanan melalui udara, spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.
Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.


3. Olm

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiycGqouKVneCnk_GvbDyESMgJsEtnXQ-bYoHSxoTABiuGTIEudxHRW1q5eini5-Nt0IA0zvUlbSdGvhP-cOPwOwLq9cMtP6c0yLI571KjmS5xGBwgIETRzzwyh5LkC_VMwNoiKp8tAyTJ0/s320/Olm.jpg

Olm adalah amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil.
Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.


4. Kelelawar Bumblebee

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtu-T3lMWV_EQsciK-yMO-R1NZkTn1PeeV8PEXjalBOgmQ_pFugl2soSbiVr8GMz6EIE-cJ7muZDCfNsAKg69UTuRGDpI50ZTeRvMMWhvKcZuaLaotxA2ciBgMsICqas5VnTAxRbCkXZLK/s320/Bumblebee-Bat.jpg

Kelelawar Bumblebee dapat ditemukan di gua-gua batu kapur, Tenggara Thailand dan Burma. Bumblebee dewasa panjangnya hanya satu inci dari kepala ke ekor. Kelelawar ini tumbuh dengan memiliki fitur lain yang membedakannya, yaitu moncongnya yang menyerupai moncong babi.

5. Ichthyophis Kohtaoensis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg87gR1GfpHy2F-s_WRzUxbabNBo83EU9GNp1NHE71s7eJYSh4iqB9JUU5hqRxKdAU-Zf-eSr-oc58r0pEs3VVLeSX65d2DTTuicrxw-r7gSAtGbOQF2ZjXL69BYASv5X6ja90AfU1Gf1Vy/s320/Ichthyophis-Kohtaoensis-560x373.jpg

Ichthyophis Kohtaoensis adalah amfibi langka yang asli Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing. Reptil ini memiliki tubuh abu-abu gelap dengan perut kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.


6. Hiu Berjumbai

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2VQVXXl2qKB3d1SXk9UbmSDNI3iN4p8vgfxhyV6r4_qsTcbKC7Rd2hlTYsi0-vY1S5Z1LNaF9WY7n50VbwD-EiTJN1jQ0f-5NGoNTCWzHQGYBJMiTfM8SpYKMS95KjFL4MEQPdGAEzKhM/s320/frilled-shark.jpg

Hiu berjumbai adalah sebuah keanehan di dunia hewan. Sampai abad ke-19 para peneliti berpikir hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.
Hiu ini terlihat mirip dengan belut, ia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.


7. Monito Del Monte

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSxqudKlQWCdnF3L3TzaYrawv9fwEecQhQhtsUzDcEgYs8teB5FC6yVySeU8RuNBspcyQ2e5PjnKadZI84RF25wrT30GjmDUYWa1GGQNWRF0YDEP2v3vFl640bT6jojKMJftcrQY1Mv7Qc/s320/monito-del-monte.jpg

Monito Del Monte adalah istilah Spanyol untuk “monyet kecil”. Tapi nama ini menipu. Monito Del Monte sebenarnya adalah marsupial yang hidup di Chili dan Argentina. Spesies mamalia ini dianggap punah lebih dari 11 juta tahun yang lalu. Namun, penjelajah modern menemukan makhluk ini di era modern.
Marsupial kecil ini memiliki tubuh tikus dengan bulu coklat dan besar, telinga runcing dan ekor panjang. Fitur yang membedakan hewan ini adalah matanya yang besar dan ia hidup di pohon-pohon di hutan hujan. Ekor panjang ini membantu ia untuk berayun dari cabang-cabang.


8. Addax

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-z3G_gzyqBoHPBkN_sJdAne0Dbze9FqvDHi9QkKxmgR9hB-12ma-nN3YZwGed7sNR9wRKtHPvZcD0kCBPaaYOfCGVjuusLraE7SbxAFlHLFNVXQ83pdE4Yo-VAZ55OC7yI9TAQtNCDfwK/s320/Addax.jpg

Jenis Kijang ini sedikit sekali ditemukan di gurun Sahara. Mereka terlihat seperti banyak spesies kijang lain, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut mereka sebenarnya sangat berbeda. Spesies ini memiliki gigi persegi seperti sapi. Juga, tanduk pada spesies ini sangat panjang dan melengkung, sehingga memiliki julukan “Kijang Tanduk Sekrup”.


9. Dugong

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPdi6b87rEHqVGd1tElAmkuJJJn99PWhwPWBvCDVHAqx2Q3qczPB5IiPL87vBZaWf6TNbz2VVwO3qOs-k2-EldXyTV1y4x2Pbg_82yX06Q8BoFxfVKzrxmIzGRa9y_chi9pvoPehSdMwr/s320/Dugong-533x400.jpg

Dugong adalah hewan laut besar yang sangat menyerupai Manatee. Sementara makhluk-makhluk sejenis yang berada dalam keluarga yang sama disebut Sirenia, mereka berbeda dari Manatee.
Dugong dapat ditemukan di perairan utara Australia dan ke dalam wilayah Indio-Pasifik. Mamalia ini memiliki tubuh abu-abu panjang dengan dayung seperti sirip ke arah kepala.
Ekor hewan ini terlihat mirip dengan ekor lumba-lumba. Juga, makhluk ini memiliki mulut yang keluar di samping dan berada dalam posisi yang lebih berbalik ke bawah, sehingga mudah untuk memakan rumput di kehidupan vegetatif dasar laut.

10. Saola

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHAf0Lx2aW3DLMB9wSbWz8VSz3V3QV2qjsyz226yFlOUjheCiknxOI6Xrziuj8Un9FLvfuPsxtN3RAdYLXjbG_FtoOj61eJi_xFrrV-N01gKfzRiLSYNPkluz6QCD7aWjUbMazFx3aVFN1/s320/saola.jpg

Saola sejauh ini merupakan mamalia yang paling langka di Bumi. Makhluk ini adalah asli Vietnam dan Laos. Hewan ini tumbuh dengan tinggi sekitar 3 meter. Sekilas terlihat mirip dengan kambing.
Mamalia ini memiliki ekor kecil dan telinga panjang. Namun, hewan ini memiliki pola yang sangat berbeda dengan kambing. Ia memiliki bintik-bintik putih dan garis-garis pada wajahnya.

(",)v




Sumber : durungdarani.blogspot.com

Senin, 24 Oktober 2011

Rangkaian Emergency LED untuk mengatasi listrik padam



lampu darurat dari ledSekarang sering terjadi listrik padam, apalagi di musim penghujan untuk daerah-daerah pedesaan seperti tempatku hampir setiap hujan turun pasti listrik padam. Jika listrik padam terjadi pada sianng hari tidak terlalu masalah, tetapi kalau terjadi pada malam hari....bisa gelap gulita di dalam rumah. Apalagi tidak ada lampu penenerang sedikitpun.Pada artikel sebelumnya saya tulis tentang inverator untuk mengatasi listrik padam karena kelebihan/lonjakan daya penggunaan. Sekarang akan kita buat lampu darurat atau istilah kerenya "Emergency Lamp" dengan menggunakan LED (Light Emiting Dioda). Kita pilih lampu dari led karena konsumsi dayanya yang sangat irit serta pancaran cahaya yang terang, sudah cukup lumayan daripada tidak ada lampu sama sekali.Dalam rangkaian ini kita gunakan baterai kering 6V yang sering digunakan di kendaraan bermotor dan gampang untuk mecarinya di pasaran. Untuk skema rangkaian emergency lamp dengan led dapat anda lihat di bawah ini.rangkaian emergency ledhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXzFEBQ_hVv4b55-4bO7OZJzqeZb5ng5-Y1O4MaiAnG4reEtIqyhfyFXC1VZ8sJKixZqhac398pblXW2onPKOlhdroFe_KBLLe3lOPh8cQVkiGhwCkwAL0jtTvPA1ULvfhS2j9dKUZjcM/s320/pcb-emergency-led.jpgUntuk menambah jumlah lampu tinggal membuat rangkaian paralelnya, tetapi yang perlu diingat jika lampu led ditambah maka baterai akan cepat habis, pertimbangkan untuk menggunkan baterai dengan daya ampere yang lebih besar.

Selasa, 18 Oktober 2011

Rangkaian Pengendali Jarak Jauh

Pengendali Jarak Jauh Menggunakan Jaringan Listrik


Perkembangan teknologi saat ini banyak memberikan kemudahan kepada kita untuk melakukan berbagai aktivitas mulai dari hal-hal yang mudah sampai yang rumit sekalipun. Hal ini nampak pada kecenderungan penggunakan ‘remote’ pada televisi. Remote televisi pada tahun 90-an hanya digunakan pada televisi yang berukuran besar saja dan saat ini hampir semua televisi 14 inch saja menggunakan remote.
Hal ini jelas menunjukkan bahwa saat ini terdapat kecenderungan untuk melakukan berbagai aktivitas pengontrollan jarak jauh dan hal ini akan semakin populer pada berbagai aplikasi konsumen.
Pengontrollan jarak jauh , saat ini, yang populer digunakan adalah remote control dengan menggunakan infra merah, seperti pada remote control pada televisi. Infra merah cukup efektif digunakan jika alat yang dikontrol terdapat pada lokasi yang sama dan tidak terlalu jauh (kurang lebih 10 meter dan tidak ada penghalang).
Infra merah tidak dapat digunakan lagi jika perlatan yang ingin dikontrol ternyata berada dibalik dinding beton. Bagaiman meyiasati hal ini? Dengan menggunakan kabel misalnya. Solusi ini cukup efektif tetapi dari segi biaya tidaklah menguntungkan. Jika terdapat sepuluh peralatan yang akan dikontrol dan semuanya terletak di dalam ruangan yang berbeda-beda maka jumlah panjang kabel yang digunakan akan semakin banyak lagi. Hal ini jelas tidak menguntungkan. Terlalu banyak biaya yang terbuang untuk kabel saja.
Untuk itu diupayakan untuk membuat rangkaian yan mampu melakukan pengendalian jarak jauh tanpa menggunakan kabel tambahan tetapi dengan menggunakan kabel listrik/ jala-jala listrik PLN.
Pembuatan rangkaian ini sebetulnya cukup sederhana namun diperlukan perhatian ekstra karena disini tegangan PLN 220 volt cukup untuk membuat seseorang meninggal dunia.
Jika diasumsikan disemua ruangan terdapat aliran listrik, maka disemua ruangan tersebut dapat dilakukan pengontrollan pada berbagai perlatan yang diinginkan seperti menyalakan/mematikan televisi, lampu taman, atau membuka/menutup pintu garasi

Rangkaian Pemancar
Rangkaian pemancar pada alat ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu hanya membangkitkan sinyal 36KHz dan menumpangkan sinyal 36 KHz ini di atas tegangan listrik 220 volt. Pada bagian pemancar ini tidak membutuhkan banyak suplai sehingga tidaklah perlu dibuat power suplai sendiri sehingga power suplainya dibuat tanpa transformator penurun tegangan.
Rangakaian pemancar ini terdiri dari 3 blok utama, yaitu :
· Control, berupa tombol untuk mengontrol dikirm atau tidak sinyal 36KHz-nya.
· Oscilator, yang membangkitkan sinyal 36KHz pada level tegangan tertentu terdiri dari sebuah OpAmp.
· Power suplai tanpa transformator, yang menghasilkan tegangan suplai DC 20 volt.
Gambar 1
Blok Diagram Pengendali Jarak Jauh
Blok Power Suplai Pemancar


Gambar 2
Rangkaian Power Suplai
Pada bagian power suplai ini dibentuk dari fullwave rectifier dengan 2 dioda D1 dan D2. Output dari bagian ini masih belum rata dan perlu di filter. Untuk filter dapat digunakan sebuah kapasitor 220uF, nilai kapasitor yang lebih besar lebih baik karena ripple akan semakin kecil.
Dioda yang digunakan adalah 1N4007 karena dioda ini mampu menahan tegangan balik sebesar (tipikal) 1000 volt. Jika menggunakan transformator penurun tegangan ke 20 volt maka cukup digunakan dioda 1N4001 atau 1N4002 saja.
Untuk menentukan tegangan output menjadi 20 volt dapat digunakan dioda zener 20 volt. Jika tidak terdapat dioda zener 20 volt dapat digunakan doida zener 10 volt 2 buah yang diserikan.
Blok Oscilator dan OpAmp



Gambar 3
Rangkaian Osilator dengan LM741
Pada blok ini dibangkitkan sinyal 36KHz dan menguatkan sinyal ini sampai kira-kira 10 mVpp. Osilator dibentuk dari rangkaian opamp dengan rangkaian resistor dan kapasitor.
Untuk mengontrol kapan sinyal 36KHz ditumpangkan ke jala-jala PLN digunakan tombol SW1. Pada saat tombol SW1 ditekan maka sinyal 36KHz akan ditumpangkan ke jala-jala PLN dan pada saat tombol SW1 dilepas maka sinyal 36KHz tidak ditumpangkan pada jala-jala PLN.
Bagian Penerima
Pada bagain penerima, pada power suplainya menggunakan transformator penurun tegangan karena pada rangkaian penerima membutuhkan suplai yang besar. Hal ini disebabkan oleh karena pada rangkaian penerima ini terdapat sebuah relay. Sebuah relay paling tidak membutuhkan arus 30mA dan arus sebesar ini tidak mungkin didapatkan dari sebuah power suplai tanpa transformator penurun tegangan.

Blok Filter


Gambar 4
Blok Diagram Rangkaian Penerima


Gambar 5
Rangkaian Filter Pada 36KHz

Output dari rangkaian ini diumpankan pada sebuah opamp untuk menguatkan sinyal 36KHz tersebut dan output dari opamp diumpankan pada sebuah transistor untuk menggerakan relay. Potensio R10 digunakan untuk menentukan toleransi dari frekuensi sinyal 36KHz.

Blok Power Suplai Penerima

Gambar 6
Rangkaian Power Suplai
Blok Control dan Relay
Pada bagian ini output sinyal dari opamp merupakan sinyal 36KHz yang sudah dikuatkan dan amplitudo tegangannya maksimal adalah 8Vpp. Besarnya sinyal ini tergantung dari besarnya gain pada opamp dan besarnya sinyal input 36KHz.
Karena sinyal 36KHz akan digunakan untu mengontrol relay maka komponen frekuensi tingginya dibuanan dengan menggunakan filter RC orde satu.


Gambar 7
Filter RC Orde 1

Output dari filter tersebut sudah berupa tegangan DC yang sudah rata dan dapat langsung mengontrol sebuah relay melalui sebuah transistor switching.

Rangkaian Lampu Taman Otomatis


Lampu Taman Otomatis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKqPa5OTeaV64CO7Tp3y1H3u0nQPW3xBqIYIvooW2VNsSzP0gG05fv-bwIE3paisQz1hwvqjsiasZV3EtIObcZA4UuyC8r8fGTZBN25KsbCNiLrQxVP43p5FRs4xX8PctWLPAMkzr7dnZ3/s200/lampu+taman.jpg
Lampu Taman
Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel yang cukup menarik. Mau Tahu…?
Ini adalah hasil jalan-jalan saya ke sebuah pasar malam. saya melihat ada yang menjual sebuah alat elektronika yang cukup menarik, Lampu taman Otomatis. Setelah dicek ternyata lampu taman otomatis tersebut cukup sederhana dan saya  merasa mampu membuat lampu taman otomatis sendiri seperti itu.
Pertama-tama kita kumpulkan beberapa komponen elektronika yang memiliki peran penting dalam membuat lampu taman otomatis ini. Komponen tersebut terdiri dari sebuah Mikrokontroler sebagai Pengendali lampu taman Otomatis (Saya menggunakan ATMEGA 8535), sebuah Relay 12 Volt dan yang terpenting adalah sensor yang digunakan pada aplikasi lampu taman ini, Sensor PIR (Pasif Infra Red). Untuk jelasnya, anda bisa lihat diagram blok berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglmmYvILaAVadJnezyDcGpaWDDVbVh6rGIopNy07acSPaFuHNuRtgy6vASYkO3pjf7YUaj5rGxM8uZxpDb9gRcVkf02s9LsERC6kYRKBU7-U5q-maYHKtq_uCMRPDB-dO9tKiBEaSiR8-h/s320/Diagram+Blok+Lampu+Taman+.jpg

Gambar.1 Diagram Blok Lampu Taman Otomatis

Selanjutnya lihat gambar rangkaian lampu taman otomatis menggunakan sensor PIR berikut ini.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKj48-GBBsWfVKv7Evr_XsvNl2GuU7sKvBfOkpFqPeCOcPiflb3xYUdjXBjotGEGq3CDfS34qsBnOL43XLR0ybkUFffqA1CkZYpRiwcev_R2oDdeN9E8PRGDTbOADSQD2FpT3YqSNpnHXN/s320/Rangkaian+Lampu+Taman+otomatis.jpg
Gambar.2 Rangkaian Lampu Taman Otomatis
Dan untuk cara kerjanya dapat dilihat diagram alir lampu taman otomatis menggunakan sensor PIR berikut ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEhXeGTEXsR0qD-EBVnKNOJxq6Iqz7EcQ8K_eWjSGXFBJNyfRgb3VY64RvUuLw_uxSLCJ-RvSW1b6jsL2AtLW97A68oznyNAtYmxRR5pXPFdvqpBb9D_ZF-BOoI9TLvaqBT1dyTUlNpAbe/s320/diagram+alir+lampu+taman+otomatis.jpg
Gambar.3 Diagram Alir Lampu Taman Otomatis

Sedikit penjelasan mengenai cara kerja lampu taman otomatis ini.
  1. Lampu taman ini dinyalakan secara manual di malam hari. Sebatas mengalirkan listrik utama dari rumah anda.
  2. Supply tegangan dari rumah akan mengaktifkan Mikrokontroler dan juga Sensor PIR.
  3. Kondisi awal lampu taman adalah OFF sebagaimana yang anda lihat di rangkaian lampu taman diatas (Gambar.2). Lampu taman dihubungkan dengan saklar NC Relay.
  4. Sensor PIR akan mendeteksi keberadaan manusia disekitarnya.
  5. Jika ada orang di taman, sensor PIR akan memberikan input 1 ke mikrokontroler dan mikrokontroler akan mengaktifkan relay. Posisi NO akan berubah menjadi NC dan lampu taman secara otomatis akan ON.
  6. Jika tidak ada orang di taman, sensor PIR akan memberikan input 0 ke mikrokontroler dan mikrokontroler akan menon-aktifkan relay. Posisi NC akan berubah menjadi NO dan lampu taman secara otomatis akan OFF.

Untuk Pemrograman Lampu taman otomatis menggunakan sensor PIR ini bisa anda buat sendiri menggunakan bahasa C (menggunakan Codevision AVR) atau menggunakan bahasa basic (Bascom AVR). Silakan gunakan diagram alir dari lampu taman diatas sebagai panduan.


Rangkaian Saklar Dan Lampu Tepuk


Skema Rangkaian Saklar Tepuk dan Lampu Tepuk


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFIfToQxGKGd5jGIw71z3cHNYimhcy0PmZeN0P8EE71XVT7a1_J6ztyUdPZaPTUSr09PN4m95_dtLk_JIKJoPfVJsEAm1_5vkaRoko0GgfEN6NTTmBDJ_8tCGJKiMdMdOQn3f8fBnwVoM/s1600/skema1.jpg
Cara kerjanya: 

Secara teori, kalau kita menggunakan sebuah microphone dan padanya kita tepukkan tangan, maka microphone akan mengubah getaran udara tepukkan menjadi sinyal listrik.
 Nah sinyal listrik yang masih kecil ini perlu di perkuat misalnya dengan transistor atau IC. Hasilnya dimasukkan ke capacitor dan resistor, sehingga kalau mendapatkan sinyal listrik besar, capacitor terisi dan tegangannya akan tinggi dan tegangan tinggi ini dimasukkan ke IC TTL flip flop yang kalau mendapatkan tegangan akan selalu mengubah status outputnya. Pada outputnya bisa dipasangkan penguat untuk mengendalikan relay. Kontakkan relay digunakan untuk menghidupkan lampu atau apapun


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnoDUBqMHJcEoeif0Avi9rfJSOHFzrfWwD5vEN8C7jtz0NIGX26WXvtCkiSkDlb-tVg2m9d5NOt1HC0-Bke_3wFYtt5PY-Vsuw-SoLxaQ6ZmHSbZKkg1qyDLw_mLfW2kFJQvf2Sf5aILg/s1600/lampu-tepuk-skema-edit+copy.jpg