Selasa, 29 November 2011

10 Hewan Yang Dimanfaatkan Dalam Konflik Pertempuran






http://mediague.files.wordpress.com/2009/03/specialforces.jpg?w=455&h=307

Keberadaan hewan-hewan sangat berkaitan erat dalam dinamika kehidupan
manusia. Hingga pada sebuah konflik pertempuran sekalipun, hewan dimanfaatkan untuk melakukan misi-misi tertentu.

Para kesatria di atas kuda, bisa merusak formasi pasukan musuh. Lumba-lumba angkatan laut, membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. Tentara Roma dan Yunani, menggunakan lebah untuk menghalangi musuh.

Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi "senjata biologis" karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin yang ada saat ini.

Berikut ini 10 hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik pertempuran selama ini :


1. Kelelawar

http://gambarlucudanunik.com/wp-content/uploads/2010/11/batbomb1.jpg


Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor, menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapakan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan.

Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain
pesawat dan robot mata-mata.


2. Unta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy9ChxQ-pOvIr1VvmAJwd2mzNYbNJk2VNCxcztP-xnP5z9Bs4Qho6IteQpyMmM71jYF90DYx7XgsQr2BhXWEEclF-lCl7iFIFH3D4Fo4yGRXOfZEb-HhkvRL53zktSPgeFoqJM2BezA5O6/s640/CamelCorpsoftheArabLegionpracticesfiringfromcamelbackduringWorldWarII-1940s.jpg


Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh.

Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta, saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya
senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.


3. Lebah

http://2.bp.blogspot.com/_790SYLkA314/TP0TyxWW7yI/AAAAAAAAAbk/j-8j3gm01Ac/s1600/54901_800px-bees_collecting_pollen_2004-08-14.jpg


Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.


4. Singa Laut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaJ8OnbtvcKUqSbg_zeDXBSXaxPEo-4RGrUHJt326RWHQDiGVX6xYbaIVWu7gE_LxZ6FBTz0BLOWeyHw09LjkTKIe6ZWyz4YNAUPRPUgdl_VYwMJp5IHf70JRb4SlUIBvWAcfmcLXsvk0/s1600/singa+laut+US+Navy.jpg


Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal, serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.


5. Merpati

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEHkOP7lUjRCTP2TPp5kCn6ylWiWP6k18WPaHPBZ5MHYvo6ITzN1kxx0NSIwGajJukxD-aINKrSurVsGKGubs7uuPh82FxrgTt-vszG3zgmENFLo02HMz8nPL-gw9cjDwifLLpf7QQhw0Y/s1600/default.jpeg


Hewan ini memiliki kemampuan navigasi, sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi.

Seekor Merpati bernama Cher Ami, mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung ini pensiun dari tugas militer, setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.



6. Lumba-Lumba

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTmwlOM-M-Fix38TDLTok9NYf-krtuCRnbKMrbdulN9cmPTB4BwfcPkb7CjC_x6cao9cV_knsZjUc0rsFyYoUSDwmLc6v2JlW0ZUSiGPgQuvrMpd1fCVPUtCpv8HcImKAWh_8VerYM4s0f/s320/5.jpg


Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut, membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau.


7. Gajah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQnpjnRNKc6qXlcvKhHxv0Q46EsvttFm34PwmN4JKVjpqKo30PwrlTOWRMtM-bOrrI6YoVUr9P7RO75DCTrFh1OssCmkVGBzmg4zvgiI2HyCKEm9Wthg89dzF-o_VPaOHgGoiqiUtsXj60/s1600/Gajah-perang-731089.jpg


Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah.

Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukkan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar.



8. Keledai

http://myaudioschool.files.wordpress.com/2009/06/napoleon-bonaparte-crossing-the-alps-by-delaroche.jpg


Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer.

Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun.
Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan.


9. Anjing

http://4.bp.blogspot.com/_790SYLkA314/TP0RpvcQfLI/AAAAAAAAAbc/Fe_JP2a9C4s/s1600/war_dog1.gif


Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa.

Tugas anjing di masa modern kini, meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan
rompi anti peluru demi menjamin keamanan selama bertugas.


10. Kuda

http://www.britishbattles.com/second-afghan-war/maiwand/royal-horse-artillery.jpg


Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh.

Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.


Hewan-hewan ini sangat tangguh dalam membantu manusia menghadapi konflik pertempuran. Sehingga tidak aneh jika mereka akhirnya dimanfaatkan untuk terlibat di dalamnya.
(",)v




Sumber : nationalgeographic.co.id, berbagai sumber lainnya

5 Makhluk Bumi Yang Mampu Hidup Di Luar Angkasa





Pasti ada pertanyaan di dalam benak kita,"Apakah ada makhluk hidup di bumi ini yang mampu tinggal dan bertahan hidup di planet lain?". Jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi kalau yang lainnya, mungkin lima makhluk bumi di bawah ini bisa untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan, seperti salah satu yang krusial, yaitu : Oksigen. Namun, beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa sana.

Well, mari kita simak secara seksama, siapa saja lima makhluk super tersebut? Berikut pembahasannya :


1. Cacing Yang Hidup di Es Metana

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUO9_7kiFmlWEnIchJWNTLfSXNklSMPfQwkkROYmh7GrVCq1qqTzU4S0fetpzlJPaciNR1xRx3OhzmeFIDDl5lonBtU4H2SS87rBaUa1o7fJQyMBD8_Sq-6nGC5ipXp4_AzKvPfcUZvBhx/s1600/500x_otherplanetlifeiceworm.jpg

Saya yakin, melihat foto di atas, kamu mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film Alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebenarnya adalah makhluk Bumi. Ya, dia diam di antara kita.

Makhluk ini sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es Metana, yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico.

Es Metana adalah sebuah gas Hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari Pennsylvania State University, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin McMullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut, berkata :
"Sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari planet Bumi."

Lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya?
Jawabannya adalah Titan, salah satu bulan Saturnus.

Titan, terdapat lautan Methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di Titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.


2. Makhluk Yang Mampu Hidup Pada Ruang Hampa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_roDxFTW-iO5ExGHEvE8dOvmX4Lfdj20BMg001b-r3hk_A66fp639BPo7ulGebD4xqPGEETUVDHQdEYP0njuk0ZWLV84tqK_FUYg63naTrAldp6O9J5falXrrkJRMnSXDXFEx6bRuCmR9/s1600/tardigrade-water-bear.jpg

Setelah melihat foto di atas, saya percaya, kebanyakan dari kamu akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah sich, tetapi makhluk lucu ini bukan seekor beruang, ia bernama "Tardigrade". Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama Beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini cukup imutz yang hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy4WSvZM4-17x32cFSFL1-N9snrtiH9VINJkuu0VaOtdfzqWhaGw-WXdNpPi8zYML6sTial8ZW7GEXuXJGLG4V6dzhy6nZSh2x7i2RGEw7TkE4T8XumJGWxyI55HKTZWjWr7GC7ineTBJi/s1600/tardigradasm.jpg

Tapi ingat, jangan kamu menilainya hanya dari sekedar ukurannya saja. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di muka Bumi ini. Ia memiliki suatu kekuatan super, bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut "TUN". Dalam kondisi tersebut, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun. KEREN!

Pada tahun 2008, beberapa ekor Tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa, dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara. WoW!

Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.


3. Cacing Raksasa Pemakan Belerang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp8Y_weSwAXJxnxR_tMCOcGtNRqUh0eLaLPNYKLsMWBkxhpU7MM7ClJDgSyjHqiphsfT4UrICkfVTdIce0U3ZGhyz7fV3JKzYxEG4v_oy6Unsbz6CQ1Y4n5edFLkGTEs4MQ3Mt9Fy8z3LY/s1600/500x_tubeworms.jpg

Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi oleh warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?
Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus, dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak disana.


4. Mikroba Antartika Pemakan Besi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAzy7YNKbb6ugTuo6soh17ftiFyV5PvycHE5OC7PO-6V_IWS1Ck6HGVTUVodv_6nm1Rt0h79W0k2HHg2ufxNrKY_H6NNm9pUJaxUKwcjILIayr-NnGnizS-swZYUlDsAWKZSn7B_gH7So4/s1600/antartica+blood.jpg

Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran yang sedang berlangsung disana?
Ternyata tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut majalah Nature:
"Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal."
"Life Finds a Way."

Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.


5. Bakteri Yang Mampu Bertahan Dari Radiasi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEief3QW3wWm5ai_CjVy_fRdEgN_xq_MxsrKSYFOw40-OZJ3XQ7rFextfYvujKnT7NOjEuHtPIx_f_6EFpKMieRsaunqhXx5W6li0aWvZmQpWwRtoQoPARRsKeig1PX_fM-toVelvWpPwVzX/s1600/500x_deinococcus.jpg

D. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia. Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan DNA-nya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNA-nya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.

Namun, tidak dengan bakteri ini, secara menakjubkan ia mampu menyusun kembali DNA-nya yang telah hancur.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau Mars, adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.


Jadi, jika suatu saat kita mungkin telah mampu menjelajahi angkasa luar beserta planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja. Why not?




Sumber : jelajahunik.blogspot.com

10 Hewan Paling Susah Ditemukan Di Muka Bumi



http://arc300.files.wordpress.com/2011/04/hewan.jpg

10 Hewan berikut ini, sangat susah ditemukan keberadaannya di Planet Bumi. Mungkin karena bersembunyi di kedalaman laut atau gua yang sangat dalam. Namun, sebenarnya masih banyak hewan-hewan lainnya yang sangat sulit dijumpai di muka Bumi.

Berikut adalah hewan-hewan tersebut :

1. Solenodon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBeH0WF2-CVWawgX5TKClvxx9dIBVvaxuHsP8QAyuIqMfnV9J7g8pf55S63aqwMVZeVtCWHt6O-yuijP1p10QZp-o4WQWgxvfjQyfDNhb1We8hR_ES1L4DyFxux3EtqBwLLJoiGDGmm7he/s320/solenodon.jpg


Solendon adalah mamalia kecil yang berasal dari Kuba dan Hispanola. Makhluk ini sangat mirip dengan tikus, ia memiliki moncong panjang dan ekor bersisik. Namun, Solenodon memiliki moncong yang fleksibel sebagai kebalikan dari tikus kesturi.
Ciri khas lain dari hewan ini adalah bahwa hewan ini sangat beracun. Solenodon adalah satu-satunya mamalia yang dapat menyuntikkan mangsanya dengan bisa racun ular. Jadi yang terbaik adalah mundur jika Anda menemui makhluk ini, karena mereka akan jatuh lalu menggigit di atas topi Anda.


2. Kakapo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTRtrRQ4-gDXyrBmsj_LumwfdXxYCSnecvjL-7cwwaiUa8lLgPV5H5HJAbTZUocryiI-F9Wij0ZJ2na1ZTiQIZQM6AVr3D6gGjkSxOZlPxSSUrND5fK1vtoJB2J1uJf7OP1lmML92GX5w9/s320/Kakapo.jpg

Kakapo adalah satu-satunya kakatua yang tak bisa terbang di planet ini. Sedangkan sepupu mereka melakukan perjalanan melalui udara, spesies ini memilih untuk berjalan kaki atau naik dari tempat satu ke tempat lainnya.
Burung ini dapat ditemukan di Selandia Baru dan sering disebut sebagai burung beo hantu. Makhluk ini mendapat julukan dari bentuk cakram bulu di sekitar mata. Burung beo ini juga ditetapkan sebagai burung beo terbesar dengan berat mencapai 8 kg.


3. Olm

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiycGqouKVneCnk_GvbDyESMgJsEtnXQ-bYoHSxoTABiuGTIEudxHRW1q5eini5-Nt0IA0zvUlbSdGvhP-cOPwOwLq9cMtP6c0yLI571KjmS5xGBwgIETRzzwyh5LkC_VMwNoiKp8tAyTJ0/s320/Olm.jpg

Olm adalah amfibi yang berasal dari Eropa, terutama dapat ditemukan di Italia. Makhluk ini memiliki tubuh panjang berwarna putih, dengan empat kaki kecil. Sekilas terlihat sangat mirip dengan ular kecil.
Kadal ini menghabiskan hidupnya di gua-gua bawah tanah. Makhluk ini mempunyai mata yang tidak berkembang dan benar-benar buta. Walaupun Olm tidak dapat melihat bukan berarti tak berdaya. Olm mengkompensasi kekurangan penglihatan dengan pendengaran yang luar biasa dan indera penciuman.


4. Kelelawar Bumblebee

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtu-T3lMWV_EQsciK-yMO-R1NZkTn1PeeV8PEXjalBOgmQ_pFugl2soSbiVr8GMz6EIE-cJ7muZDCfNsAKg69UTuRGDpI50ZTeRvMMWhvKcZuaLaotxA2ciBgMsICqas5VnTAxRbCkXZLK/s320/Bumblebee-Bat.jpg

Kelelawar Bumblebee dapat ditemukan di gua-gua batu kapur, Tenggara Thailand dan Burma. Bumblebee dewasa panjangnya hanya satu inci dari kepala ke ekor. Kelelawar ini tumbuh dengan memiliki fitur lain yang membedakannya, yaitu moncongnya yang menyerupai moncong babi.

5. Ichthyophis Kohtaoensis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg87gR1GfpHy2F-s_WRzUxbabNBo83EU9GNp1NHE71s7eJYSh4iqB9JUU5hqRxKdAU-Zf-eSr-oc58r0pEs3VVLeSX65d2DTTuicrxw-r7gSAtGbOQF2ZjXL69BYASv5X6ja90AfU1Gf1Vy/s320/Ichthyophis-Kohtaoensis-560x373.jpg

Ichthyophis Kohtaoensis adalah amfibi langka yang asli Kamboja, Laos dan Thailand. Makhluk ini memiliki tubuh seperti ular panjang dengan ekor runcing. Reptil ini memiliki tubuh abu-abu gelap dengan perut kuning. Salah satu fitur yang membuat unik reptil ini adalah fakta bahwa ia memiliki dua otot yang mengontrol rahang.


6. Hiu Berjumbai

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2VQVXXl2qKB3d1SXk9UbmSDNI3iN4p8vgfxhyV6r4_qsTcbKC7Rd2hlTYsi0-vY1S5Z1LNaF9WY7n50VbwD-EiTJN1jQ0f-5NGoNTCWzHQGYBJMiTfM8SpYKMS95KjFL4MEQPdGAEzKhM/s320/frilled-shark.jpg

Hiu berjumbai adalah sebuah keanehan di dunia hewan. Sampai abad ke-19 para peneliti berpikir hewan ini sudah mati bersama dinosaurus. Namun, ini terbukti tidak benar, karena beberapa nelayan pernah menangkapnya dan juga beberapa penemuan bangkai makhluk ini.
Hiu ini terlihat mirip dengan belut, ia memiliki tubuh memanjang. Hiu berjumbai memiliki kepala berbentuk segitiga dengan tubuh abu-abu panjang. Hiu ini tidak memiliki sirip punggung besar, berbeda dengan sebagian besar spesies hiu lainnya.


7. Monito Del Monte

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSxqudKlQWCdnF3L3TzaYrawv9fwEecQhQhtsUzDcEgYs8teB5FC6yVySeU8RuNBspcyQ2e5PjnKadZI84RF25wrT30GjmDUYWa1GGQNWRF0YDEP2v3vFl640bT6jojKMJftcrQY1Mv7Qc/s320/monito-del-monte.jpg

Monito Del Monte adalah istilah Spanyol untuk “monyet kecil”. Tapi nama ini menipu. Monito Del Monte sebenarnya adalah marsupial yang hidup di Chili dan Argentina. Spesies mamalia ini dianggap punah lebih dari 11 juta tahun yang lalu. Namun, penjelajah modern menemukan makhluk ini di era modern.
Marsupial kecil ini memiliki tubuh tikus dengan bulu coklat dan besar, telinga runcing dan ekor panjang. Fitur yang membedakan hewan ini adalah matanya yang besar dan ia hidup di pohon-pohon di hutan hujan. Ekor panjang ini membantu ia untuk berayun dari cabang-cabang.


8. Addax

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-z3G_gzyqBoHPBkN_sJdAne0Dbze9FqvDHi9QkKxmgR9hB-12ma-nN3YZwGed7sNR9wRKtHPvZcD0kCBPaaYOfCGVjuusLraE7SbxAFlHLFNVXQ83pdE4Yo-VAZ55OC7yI9TAQtNCDfwK/s320/Addax.jpg

Jenis Kijang ini sedikit sekali ditemukan di gurun Sahara. Mereka terlihat seperti banyak spesies kijang lain, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut mereka sebenarnya sangat berbeda. Spesies ini memiliki gigi persegi seperti sapi. Juga, tanduk pada spesies ini sangat panjang dan melengkung, sehingga memiliki julukan “Kijang Tanduk Sekrup”.


9. Dugong

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPdi6b87rEHqVGd1tElAmkuJJJn99PWhwPWBvCDVHAqx2Q3qczPB5IiPL87vBZaWf6TNbz2VVwO3qOs-k2-EldXyTV1y4x2Pbg_82yX06Q8BoFxfVKzrxmIzGRa9y_chi9pvoPehSdMwr/s320/Dugong-533x400.jpg

Dugong adalah hewan laut besar yang sangat menyerupai Manatee. Sementara makhluk-makhluk sejenis yang berada dalam keluarga yang sama disebut Sirenia, mereka berbeda dari Manatee.
Dugong dapat ditemukan di perairan utara Australia dan ke dalam wilayah Indio-Pasifik. Mamalia ini memiliki tubuh abu-abu panjang dengan dayung seperti sirip ke arah kepala.
Ekor hewan ini terlihat mirip dengan ekor lumba-lumba. Juga, makhluk ini memiliki mulut yang keluar di samping dan berada dalam posisi yang lebih berbalik ke bawah, sehingga mudah untuk memakan rumput di kehidupan vegetatif dasar laut.

10. Saola

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHAf0Lx2aW3DLMB9wSbWz8VSz3V3QV2qjsyz226yFlOUjheCiknxOI6Xrziuj8Un9FLvfuPsxtN3RAdYLXjbG_FtoOj61eJi_xFrrV-N01gKfzRiLSYNPkluz6QCD7aWjUbMazFx3aVFN1/s320/saola.jpg

Saola sejauh ini merupakan mamalia yang paling langka di Bumi. Makhluk ini adalah asli Vietnam dan Laos. Hewan ini tumbuh dengan tinggi sekitar 3 meter. Sekilas terlihat mirip dengan kambing.
Mamalia ini memiliki ekor kecil dan telinga panjang. Namun, hewan ini memiliki pola yang sangat berbeda dengan kambing. Ia memiliki bintik-bintik putih dan garis-garis pada wajahnya.

(",)v




Sumber : durungdarani.blogspot.com