Selasa, 18 Oktober 2011

Rangkaian Lampu Led Disko Mengikuti Musik


Rangkaian Elektronika, Lampu LED Disko Mengikuti Musik

Seri ini terdiri dari 10 LED berurutan, supply arus tegangan 9V IC1A diperlukan untuk memperkuat sampai 100 kali dan memindahkan sinyal audio IC1B. Tingkat sensitivitas rangkaian dapat disesuaikan dengan mengubah nilai R4. Nilai C4 berubah dari 220 ke 470nF. Setiap masukan R9 harus dikaitkan dengan output IC2 pin.
http://saniindrawan.files.wordpress.com/2009/12/lampu-dansa-oromatis.png?w=300&h=150
Lampu Dansa Oromatis
Daftar Komponen :
R1 :10K 1/4W
R2, 3 : 47K 1/4W
R4 : 1K 1/4W
R5, 6, 7 : 100K 1/4W
R8 : 820R 1/4
C1, 3 : 100nF
C2 : 10uF/50V
C4 : 330nF
C5 : 100uF/25V
D1 : 1N4148
D2-D11 : 5 or 3mm LED
IC1 : LM358
IC2 : 4017
MIC1 : Miniature electret microphone
R9, 10 : 10K 1/4W
R11 : 56R 1/4W
D12,13 etc : 5 or 3mm LED
Q1,2 : BC327
Q3 : BC337
Seri 4.017 adalah perangkat yang sangat bermanfaat untuk pekerjaan proyek dan digunakan dalam Permainan Timer dan dalam berbagai konstruksi DOCTRONICS kit termasuk Light Chaser dan Matrix Die. Bila Anda sudah familiar dengan 4.017, Anda akan dapat memikirkan banyak aplikasi rangkaian yang bermanfaat.
http://saniindrawan.files.wordpress.com/2009/12/ic-decoder-4047.png?w=300&h=186
Ic decoder 4047
Secara internal, 4.017 mengandung lima bistable subunit. Ini saling berhubungan dalam pola Johnson dikenal sebagai counter. Keluaran dari bistables yang didekode untuk memberikan sepuluh individvual output.

Rangkaian Sensor Sentuh


rangkaian sensor sentuh
Gambar Rangkaian sensor sentuh
Banyak sekali jenis rangkaian sensor yang bisa dibuat dengan ilmu elektronika yang sederhana. Suatu rangkaian disebut dengan rangkaian sensor dikarenakan rangkaian tersebut bisa merasakan sesuatu perubahan lingkungan. Contohnya disebut dengan rangkaian sensor cahaya karena rangkaian tersebut bisa mendeteksi perubahan intensitas cahaya. Rangakaian sensor infra merah bisa mendeteksi adanya sinar infra merah. Rangakaian sensor ultrasonic bisa mendeteksi adanya gelombang ultrasonic dan banyak lagi rangkaian sensor yang lain.
Ternyata tubuh manusia juga bisa mempengaruhi kerja dari suatu rangkaian elektronika, hal ini karena tubuh manusia memiliki ion-ion yang bermuatan listrik walaupun sangat kecil sekali. Sifat dari tubuh manusia tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat suatu rangkaian sensor yang bila mengenai bagian tubuh manusia akan aktif yaitu rangkaian sensor sentuh. Rangkaian sensor sentuh di atas memanfaatkan suatu rangkaian monostable sebagai penahan aktif rangakian beban. Rangkaian monostable diatas menggunakan IC 555 sebagai jantungnya dan memanfaatkan kombinasi C1 dan VR1 sebagai penentu lamanya pengaktifan rangkaian beban. Pada kesempatan ini saya menggunakan rangkaian alarm sebagai beban. Rangkaian alarm akan aktif pada saat plat sentuh disentuh oleh bagian tubuh manusia dan akan mati otomatis selama waktu yang kita tentukan dengan rangkaian monostable-nya.
Daftar Komponen :


1. Resistor : VR1 (100K) dan R1 (100K)
2. Kapasitor : C1 (220 µF) dan C2 (0.01 µF)
3. Transistor : Q1 (BC547) dan Q2 (BC547)
4. IC : IC555
5. Relay : Relay 9 volt
6. Rangkaian alarm
Jika pada saat pembuatan rangkaian menemukan kendala sensor tidak sensitif atau malah terlalu sensitif anda bisa mengubah nilai dari R1. Rangkaian sensor sentuh ini sangat cocok digunakan untuk menjebak maling. Anda bisa menghubungkan input rangkaian sensor sentuh tersebut dengan handle pintu atau terali yang terbuat dari logam atau dibagian lain rumah anda yang kira-kira akan disentuh oleh maling pada saat mencoba masuk ke rumah anda.
Jika anda ingin membuat rangkaian sensor lain dengan tujuan menahan aktif beban selama waktu tertentu, anda bisa memanfaatkan rangkaian monostable IC555. Atau anda bisa memanfaatkan IC filp-flop sebagai penahan aktif beban dengan satu kali sinyal pemicu. Intinya apapun jenis rangkaian yang anda gunakan rangkaian tersebut bisa menahan aktif suatu beban walaupun sinyal input sudah berubah kembali. Pada rangkaian sensor sentuh kali ini saya menggunakan rangkaian monostable IC555 supaya bisa mengatur lamanya waktu alarm akan diaktifkan.

Rangkaian Pemanggil Ikan


Rangkaian Pemanggil Ikan,Memudahkan untuk memancing0 comments
          Bagi anda yang hobi memancing, alat ini sangat cocok diterapkan karena bisa memanggil dan mengumpulkan banyak ikan. Getaran yang dikeluaran dari rangkaian ini mencapai jarak beberapa meter secara melingkar.
Dan inilah contoh rangkaian nya beserta jalur PCB nya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLs0-DUmfdJZL6D6NNhQEnZDHsGApCjsDMDrZIMcPWyPSFmrELtwBQFnaP5VTpC001YOFuYRVxgxOUps9ag6H0bvBlZhOP6hAz-jIZaS3cVDCc5qhTLrIeu9I8wP67GcursWU4K-3rJGY/s400/sadasd.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtnZbL49Vv2FgAhQrKcXBUgVA8_Ue_1hS40sNCt62LrwwRVGvYawDkhUTqEzlfsgl_Tyyce42WWTP4fwOu80noRbkvRKWgcVkWMVFHfxt_NSlrSdcoof8riX0a4YTxLLAScI2opaRQIIU/s400/dfaw.png
Keterangan :
C1   = Kondensator Elektrolit (Elco) kapasitas 50 uF
C2   =Kondensator Kertas berkapasitas 0,005uF
R1   =1kOhm
R2   =Potensiometer dengan daya tahan 5kOhm
Q1   =Transistor BC327/OC26/2SB126
TR1 =Trafo Output tidak menggunakan gulungan sekunder
G1   =Batu baterei berkekuatan 3 volt
X1-1 dan X2-2 ke speaker
     
       Apabila rangkaian tersebut tidak bekerja , maka dicari penyebabnya. Kemungkinan dari :
a. Pemasangan transistor terbalik.
b.Pemasangan kaki elco terbalik.
c.Sumber listrik tidak sesuai dengan kebutuhan.
d.Penyolderan tidak lengket.
e.Lilitan pada trafo OT terputus atau pemasangan terbalik.
f.Penyolderan timah pada Speaker menyatu.
       Setelah rangkaian mengeluarkan bunyi, maka dalam pemasangannya didalam air adalah dengan memasukan kedalam sebuah botol minuman dari plastik. Kemudian ditutup rapat, lalu dimasukan kedalam air. Tunggu beberapa detik setelah rangkaian dinyalakan. Setelah rangkaian ini bekerja , ikan-ikan akan mendatanginya lalu mengerumuni alat ini.

Rangkaian Pengusir Tikus

Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik


Pengusir-Tikus-Elektronik
Daftar  komponen Rangkaian Pengusir Tikus  elektronika:
R1        …  1K
R2,R3   … 15K
C1         … 1nF
C2         … 1uF/16V
C3         … 10nF
C4         … 220nF
C5         … 1000uF/16V
D1..D4   … 1N 4001
IC1        … 555
Tr1       … Trafo 6V/200mA
TD1     … speaker tweeter bentuk corong
F1         … Fuse/sekring 50 mA
Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik adalah sebuah oscilator yang mengeluarkan gelombang ultrasonic pada kisaran frekuensi 20 – 40 KHz. Gelombang ultrasonic yang dihasilkannya tidak akan terdengar di telinga kita tapi akan sangat mengganggu sekali bagi telinga tikus.
Untuk menghindari tikus menjadi kebal terhadap Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik, maka Base Frequency dimodulir dengan signal 50 Hz yang didapat dari frekuensi tegangan jala-jala PLN melalui kapasitor C4  sehingga akan dihasilkan ayunan frekuensi antara 20 – 40 KHz secara periodik. Efek yang dialami tikus akan terasa sangat dasyat, seolah-olah seperti kita berada pada sebuah konser music amburadul dengan irama yang acak-acakan dan tidak bisa dinikmati sama sekali, plus sa’at itu kita lagi sakit gigi!! Bisa dibayangkan, music trust-metal mungkin masih jauh lebih indah dibanding suara alat ini
Jantung rangkaian pengusir tikus elektronik adalah sebuah IC tipe 555. Gunakan loudspeaker dari piezo electric atau speaker tweeter bentuk corong agar frekuensi ultrasonic-nya lebih nendang dan efektif. Pengusir tikus elektronik ini efektif untuk ruangan seluas maksimal 200 m2 asal penempatannya tepat. Bisa diletakkan di pojok atas ruangan agar frekuensi noise-nya bisa menyebar ke seluruh ruangan tanpa halangan. Nyalakan secara terus menerus untuk menjaga agar tikus tidak datang lagi, tidak usah khawatir dengan konsumsi listriknya karena daya listrik yang dibutuhkan cukup rendah, masih lebih besar lampu bohlam 5 watt/220 volt. Pengaturan frekuensi dsb. tidak diperlukan pada Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik ini.

Selasa, 11 Oktober 2011

Rangkaian penguji kerusakan transistor


Rangkaian Transistor Tester Sederhana
.
Rangkaian yang ditunjukkan dibawah ini merupakanrangkaian transistor testersederhana. Pada beberapa avometer digital maupun analog sekarang ini kebanyakan sudah terdapat fitur ini, namun tidak ada salahnya kita bisa sedikit berkreasi.
Pada dasarnya rangkaian transistor tester ini merupakan sebuah penguat sederhana yang dilengkapi dengan feedback / umpan balik yang bisa menyebabkan lampu LED yang ditunjukkan pada gambar berkedip. Seberapa sering LED ini berkedip tergantung pada nilai osilatornya, dalam hal ini merupakan gabungan antara resistor 330Kohm dan kondensator / elco 10uF.
Rangkaian ini menggunakan supply 3volt yang terdiri dari 2 battery dan tentu saja bisa kita ganti dengan power supply kecil.
Cara kerjanya sendiri sangat sederhana, logikanya rangkaian ini hanya bekerja bila kedua transistor yang digunakan berjalan dengan baik.
rangkaian transistor tester Rangkaian Transistor Tester Sederhana
Oleh karenanya kita bisa memanfaatkan itu dengan cara menggunakan soket kecil buatan sendiri sebagai pengganti transistor sehingga bisa dibongkar pasang dengan mudah.
transistor tester sederhana Rangkaian Transistor Tester Sederhana
Tidak hanya berfungsi untuk mengetahui baik buruknya transistor, rangkaian ini juga bisa mendeteksi sebuah transistor apakh itu jenis NPN / PNP. Tinggal dilepas saja salah satu transistor dan pasang transistor yang hendak kita uji, bila lampu LED menyala maka kedua transistor berjalan dengan baik. Bagi rekan rekan teknisi yang tertarik untuk membuatnya saya juga menyertakan gambar sudah jadinya. Semoga artikel Transistor tester sederhana ini bermanfaat.